Sabtu, 01 September 2012

(Cerpen) Kita Pasti Bertemu Lagi..


Waktu kelas IX, aku dapet tugas B. Indonesia tentang menulis cerpen berdasarkan pengalaman. Ya...memang cerita ini ga 100% nyata sih wkw-_-
Oke enjoy~

Kita Pasti Bertemu Lagi..
Karya: Dwi Linda S.
 
Perkenalkan, namaku Nabila Adelia Putri. Teman-teman biasa memanggilku Abil. Aku adalah anak dari pasangan Ayah Henry dan Mama Lily. Mereka berdua adalah Orang Tua yang sangat menyayangi kami, anak-anaknya. Tetapi jika kami nakal, bisa-bisa kami menjadi sasaran empuk untuk omelan mereka. Huh.. tapi, tentu saja kami tetap menyayangi mereka. Kami adalah 3 bersaudara. Aku adalah anak pertama. Aku mempunyai dua orang adik, dua-duanya laki-laki. Mereka bernama Naufal dan Ryan. Kedua adikku itu sangat nakal, terkadang malah tiba-tiba berkelahi, padahal hanya hal sepele yang dipermasalahkan. Aku sebagai kakak mereka, sering disalahkan Ayah dan Mama, alasannya hanya karena aku adalah kakak yang paling tua. Huh.. itu sangat menyebalkan! Mungkin kalian pernah merasakan perasaan yang sama denganku. Itu sangat tidak enak kan? Oh iya sampai lupa, sebenarnya kami adalah 4 bersaudara. Tapi, kakak pertama kami, Kak Rio, telah meninggal dunia karena terkena penyakit demam berdarah. Dia meninggal waktu berumur 3 tahun. Yah, aku belum lahir waktu itu, otomatis aku tidak pernah melihat langsung wajah Kak Rio, hanya bisa melihat wajahnya lewat foto. Beberapa waktu lalu, Naufal dan Ryan pernah terkena penyakit demam berdarah dan harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Perasaanku saat itu campur aduk, karena akibat penyakit itu, nyawa kakak pertamaku melayang. Dan sekarang, kami hanya bisa mengirim doa untuk Kak Rio yang sudah berada di surga.
Saat ini, kami bertempat tinggal di Bogor. Tepatnya sekitar 1 km dari Kebun Raya Bogor. Rumah yang menjadi tempat tinggal kami saat ini bukanlah rumah kami sendiri, melainkan kami mengontrak rumah kecil itu. Ibu yang mengontrakkan rumahnya kepada kami adalah orang yang baik. Terkadang jika beliau mempunyai makanan atau minuman yang lebih, beliau membawakan makanan dan minuman lebih itu kepada kami. Yah, memang Ibu itu sungguh baik.
Aku mempunyai dua sahabat yang benar-benar baik padaku. Mereka bernama Alis dan Hana. Jika kami mempunyai masalah atau sesuatu yang perlu diceritakan, kami selalu bercerita dan saling curhat satu sama lain. Yah, kami memang kompak. Bukannya aku menyombong, tapi memang begitu keadaannya. Aku dan Hana bersekolah di sekolah yang sama, yaitu SMPN 3 Bogor. Kami berdua berada di kelas yang sama, yaitu di kelas IX-2. Sedangkan, Alis bersekolah di SMPN Tunas Bangsa Bogor. Seperti layaknya pelajar lainnya, tahun depan kami harus menghadapi Ujian Nasional, jadi kami bertiga harus belajar lebih ekstra. Kami bertiga bisa kenal dekat karena kami memang sahabat dari Taman Kanak-Kanak.

***

Sepulang sekolah, biasanya aku dan kedua sahabatku berkumpul di salah satu rumah kami bertiga untuk belajar bersama atau hanya sekedar berbincang-bincang dan bercerita. Hari ini hari Jum’at, jam pulang sekolahku dan Hana sama dengan sekolah Alis, yaitu pukul 11 tepat. Kami bertiga berjanji untuk belajar bersama pada pukul 12.
Setelah semua berkumpul, kami memulai topik belajar kami. Hari ini kami membahas pelajaran fisika, yaitu tentang listrik dinamis.
“Bil, kamu tau caranya nomor 8? Susah banget itu..”, tanya Alis.
“Oh yang itu.. Ada kok caranya di halaman sebelumnya,” jawabku.
“Oh iya, makasih Bil,” kata Alis.
“Iya sama-sama,” jawabku.
Hana datang dengan membawa tiga gelas air sirup dan dua toples makanan ringan.
“Makanan datang..” kata Hana dengan suara keras mengagetkanku.
“Wih, enak nih!” celetukku.
“Kerjain ini dulu, Abil! Nomor 10 aja deh, ajarin aku ya..?” rayu Alis sambil memasang muka memelas.
“Iya Nona Alis.. Gini loh caranya..” jawabku, lalu menjelaskan kepada Alis.
“Oh.. Kalau begini ya gampang..” kata Alis sambil menjentikkan jarinya.
“Ih dasar kamu ini..” kataku sambil menjitak kepala Alis pelan.
“Hahaha kalian ini kerjanya berantem aja.. Semoga ya kita bisa kumpul-kumpul seperti ini sampai kita tua nanti.” Kata Hana serius.
“Hm.. Iya Han, pasti kita bisa kumpul-kumpul terus seperti ini.” jawabku.
“Udah ah kok malah melankolis gini. Ayo cepat kita makan jajanannya..” kata Alis.
“Ih dasar kamu makanan terus yang dipikirin! Aku juga mau.” kataku sambil mengambil satu kue di toples.
“Enak banget kuenya! Kamu buat sendiri, Han?” tanyaku.
“Hihi iya Bil. Aku sama Ibuku yang membuatnya. Makasih loh pujiannya!” jawab Hana sambil tersenyum.
“Iya sama-sama.” Jawabku.

***

“Apa, Ma? Kita harus pindah rumah?” tanyaku kepada Mama.
“Iya nak, kontrakan kita sudah habis,” jawab Mama.
“Terus kita mau tinggal dimana, Ma?” tanyaku cemas.
“Sementara kita tinggal di rumah Nenekmu yang ada di Medan. Bulan depan kita akan pindah rumah di dekat rumah Nenekmu. Karena Ayah dan Mama sudah membelinya, dan kita baru bisa menempatinya bulan depan. Kita akan berangkat nanti malam, karena Ayahmu sudah memesan tiket pesawat.” kata Mama.
“Nanti malam? Apa tidak bisa ditunda, Ma? Aku harus pamit ke rumah Alis dan Hana, Ma.. Lalu, bagaimana sekolahku?” kataku.
“Kamu harus tetap di rumah sambil menyiapkan barang-barang. Sekolahmu sudah diurus Ayahmu tadi pagi, kamu tidak perlu khawatir. Kalau soal sahabat-sahabatmu itu, telepon saja mereka.” kata Mama.
“Tapi pulsaku habis, Ma.” kataku.
“Ini pakai handphone Mama saja.” kata Mama sambil menyerahkan handphonenya.
“Makasih, Ma.” jawabku.
Lalu aku memencet-mencet tombol nomor handphone Alis di handphone Mama, tetapi tidak diangkat oleh Alis. Aku mencoba beberapa kali tetap saja tidak diangkat oleh Alis. Lalu aku mencoba menelepon Hana, tetapi yang ada hanya suara operator yang menandakan bahwa nomor handphone Hana tidak aktif. Apa maksudnya ini?

***

“Sudah siap semua?” tanya Mama.
“Sudah Ma.” jawabku.
Aku tau ini sulit, aku harus meninggalkan kedua sahabatku untuk tinggal di luar pulau. Aku tidak tau aku bisa bertemu mereka lagi atau tidak. Sebenarnya, aku sangat ingin memberitahu dan berpamitan kepada mereka. Tapi apa daya..
Aku hanya bisa berharap semoga kalian tidak marah karena kepergianku dan aku sangat berharap kita dapat bertemu lagi dan bercanda gurau seperti kemarin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar