Jumat, 18 Mei 2018

Beasiswa Data Print untuk Pelajar SMP/SMA dan Mahasiswa D3/D4/S1

Beasiswa DataPrint 2018 diberikan dalam bentuk bantuan dana dengan nominal: Rp 400 ribu, Rp 600 ribu, dan Rp 1 juta. Dana beasiswa tersebut akan diberikan satu kali bagi masing-masing peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan essay, prestasi dan keaktifan peserta. Selain itu, ada hadiah khusus juga bagi 5 orang peserta yang paling banyak merekomendasikan program ini ke teman-temannya.

Tema Essay Program Beasiswa DataPrint Periode 1 Tahun 2018:
1. Tema Essay untuk Pelajar (SMP/SMA)
    Mempertahankan jati diri bangsa Indonesia
2. Tema Essay untuk Mahasiswa (D3/S1)
    Penerapan kesadaran baca dalam kehidupan sehari-hari

Tata Cara Penulisan Essay:
1. Essay merupakan OPINI PRIBADI. Tuangkan ide kamu semenarik mungkin dengan tata bahasa yang sesuai kaidah EYD.
2. Panjang tulisan minimal 100 kata dan maksimal 500 kata.
3. Jika pendaftar menyertakan kutipan atau data tanpa menyertakan sumber/link, maka akan dianggap copy paste dan formulir akan didiskualifikasi oleh panitia.
4. Persyaratan berikut tidak wajib namun berguna menambah poin penilaian. Tuliskan informasi mengenai Program Beasiswa DataPrint (bukan essay) di media sosial/blog/forum sertakan link ke website beasiswa DataPrint (www.beasiswadataprint.com) dan website DataPrint (www.dataprint.co.id). Pastikan akun media sosial yang kamu miliki tidak di privat supaya panitia dapat mengecek link yang kamu cantumkan. Kemudian cantumkan link yang berisi informasi tersebut ke kolom URL BLOG di Formulir Pendaftaran.

Persyaratan Umum:
1. Merupakan pelajar / mahasiswa aktif dari tingkat SMP/SMA hingga perguruan tinggi untuk jenjang D3/D4/S1.
2. Terlibat aktif pada kegiatan atau organisasi sekolah/perguruan tinggi.
3. Tidak terlibat narkoba atau pernah melakukan tindak kriminal.
4. Tidak sedang mendapatkan beasiswa dari perusahaan lain. Namun jika saat ini peserta masih mendapatkan beasiswa dari sekolah/kampus dan pemerintah, peserta tetap dapat mengikuti pendaftaran beasiswa DataPrint.
5. Penerima beasiswa di periode 2 Tahun 2017 tidak dapat menjadi penerima beasiswa di periode 1 Tahun 2018.

Tata Cara Pendaftaran Beasiswa:
1. Untuk mendaftar Beasiswa DataPrint 2018, peserta dapat mendaftarkan diri secara online dengan mengisi Formulir Registrasi pada link berikut: Pendaftaran.
2. Satu nomor kupon yang terdapat di dalam produk DataPrint hanya berlaku untuk satu kali registrasi. Khusus untuk pendaftaran di periode 1 Tahun 2018 masih dapat menggunakan kode kupon yang berlaku di Tahun 2017.
Kupon Asli DataPrint terdapat didalam kemasan Produk DataPrint, baik yang tinta refil, maupun kertas foto DataPrint. Pastikan anda membeli Produk ber-Logo Program Tahun 2018 yang terdapat di depan kemasan produk. Lihat tampilan Design Kupon Dataprint tahun 2018 pada link berikut: Kupon Beasiswa DataPrint.
3. Pendaftaran tidak dipungut biaya.
4. Isilah formulir dengan sebenar-benarnya dan selengkap-lengkapnya. Lihat cara pengisian formulir pada link berikut: Peraturan.
5. Isikan essay yang telah anda buat pada kolom ESSAY yang terdapat pada link Pendaftaran di atas.

Pendaftaran terbagi menjadi dua periode:
Pendaftaran Periode 1: 15 Januari s/d 10 Juni 2018
   Pengumuman Periode 1: 2 Juli 2018
Pendaftaran Periode 2: 5 Juli s/d 16 Desember 2018
   Pengumuman Periode 2: 7 Januari 2019

Seluruh peserta nantinya akan diseleksi (bukan diundi) oleh tim beasiswa dari DataPrint. Pengumuman pemenang beasiswa dapat dilihat pada website: www.dataprint.do.id; di www.facebook.com/dataprintindonesia; atau di Instagram @dataprintindonesia.

Informasi lebih detail dapat dibuka pada website resminya: www.beasiswadataprint.com dan www.dataprint.co.id.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Source:
INDBeasiswa.com

Minggu, 22 September 2013

'Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan'?

Assalamu'alaykum!

Halo semuanya!
Bingung baca judulnya? Hehe. Iya, pacaran itu memang nikmat. Tapi..bedakan dulu. Pacaran karena dilandasi nafsu, tidak halal..atau pacarannya karena Allah? “Eh? Maksudnya gimana ya?” Oke, gini.. pacaran yang tidak halal itu pasti dilarang oleh Allah, “Pacaran ya pasti dilarang oleh Allah, lah. Mana ada yang disukai oleh Allah?” Ehem, ada lho! Yaitu..pacaran setelah pernikahan, bukannya dilarang, tapi malah berpahala..

Nah saya disini akan share sedikit tentang isi buku (rangkuman.red) dari salah satu buku best seller-nya Ust. Salim A. Fillah terbitan Pro-U Media (2003), yakni Nikmatnya Pacaran setelah Pernikahan.


Cinta. Agak sensitif ya denger kata ini. Mungkin bagi sebagian dari kita, cinta itu ‘haram’ di Islam. Padahal tidak seperti itu. Cinta itu fitrah, guys. Tinggal bagaimana cara kita mengolah ‘rasa’ itu. Oke, yang saya maksud disini cinta yang ‘itu’ lho.. Cinta ke lawan jenis maksudnya.. hehehe.

Masing-masing dari kita punya idola kan? Hayo ngaku~ idola itu bisa jadi pula tokoh anutan kita. Kriteria idola atau tokoh panutan di mata kita itu seperti apa sih? Ganteng? Cantik? Bertalenta? Suaranya bagus? Body­-nya bagus?

Di buku ini, tokoh anutan itu semestinya memenuhi 5 kriteria tertentu. Pertama, harus jelas bahwa dia adalah tokoh yang memang ada. Kedua, segala pernak-pernik kehidupannya harus lengkap tercatat secara objektif, tanpa bumbu-bumbu palsu dan ‘pemanis buatan’. Ketiga, sisi hidupnya sedapat mungkin sesuai dengan kondisi kita. Keempat, kita pilih yang kehidupannya tanpa cacat, terutama dipenghujungnya. Kelima (ini yang terpenting), dia harus benar-benar bisa dan mungkin untuk dicontoh.

Jadi..siapa sesungguhnya the real tokoh panutan? Beliau adalah Rasulullah, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kenapa? Beliau nyata, bukan tokoh fiktif, rekaan, mitos, legenda, ataupun cerita rakyat. Tidak ada tokoh sejarah yang riwayat hidupnya, tindak-tanduknya, ucapannya, cara hidupnya, dan seluruh pernik kesehariannya tercatat selengkap beliau. Kehidupan beliau multi-dimensi, merangkum semua kemuliaan yang harus dimiliki seorang mukmin dalam posisi apapun yang ia duduki. Lagi..sejarah beliau sangat sangat lengkap tercatat, sungguh semua itu tanpa cacat, Masyaa Allah. Dan yang terakhir, beliau adalah manusia, bukan manusia setengah dewa seperti di mitos-mitos. Beliau nyata.

Sungguh telah ada bagi kalian, pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik. Bagi orang yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah, dan hari akhir. Dan dia banyak mengingat Allah.(QS. Al-Ahzab: 21)

Mungkin kalian yang lagi membaca note ini mbatin “Anak ini kan fansnya artis-artis kpop, kok sok-sok-an nulis kaya gini. Ngga sinkron banget.” Bismillah semua butuh proses kan? Kita sama-sama mengingatkan dan mendoakan ya :)

***

Rabbi..., bila ku jatuh hati
Ku ingin terbang cepat
Hingga syaithan tak sanggup hinggap

Cinta, bagi sebagian remaja seusia saya, sangat mungkin mudah diucapkan, kepada seseorang (lawan jenis) yang mungkin mereka kira, dia yang kucintai. Seperti yang digambarkan oleh dr. Ali Akbar, sebagai ucapan seorang pemuda, “Aku mencintaimu..”, tapi sebenarnya berbunyi, “Aku ingin berzina denganmu..” Naudzubillahimindzalik.

Maka apakah orang-orang yang dijadikan (oleh syaithan) menganggap baik pekerjaanya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik (sama dengan orang yang tidak ditipu syaithan)?...(QS. Faathir: 8)

***

Dan aku tidak berlepas diri dari (kesalahan) nafsuku. Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan, kecuali yang diberi rahmat oleh Rabb-ku. Sesungguhnya Rabb-ku, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Yusuf: 23)

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan nafsu sebagai amanah yang dipercayakan agar kita meletakkannya dalam ketaatan sebagaimana Ia gariskan. “Emangnya gimana?”

Allah itu..melarang sesuatu pasti ada kemudharatan di dalamnya. Ia, Yang Maha Bijaksana, selalu memberikan alternatif yang lebih suci, indah, dan berpahala, serta membingkainya dalam kerangka mentaati-Nya. Contoh dekatnya adalah, Allah melarang zina yang keji dan memerintahkan pernikahan yang suci.

Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina adalah perbuatan keji. Dan jalan yang buruk.(QS. Al-Isra’:32)

Sedikit percakapan yang pernah saya dengar.
“Mbak, kalo ldr itu gimana? Apa termasuk zina? Kan jarak jauh, ndak pernah ketemu. Contact-an cuma via sms aja.”
“Ehm.. bentar dek, menurutmu zina itu seperti apa seh?”
“Ya..zina itu kaya’ pegang-pegangan tangan, jalan berduaan, dll. Kaya’ gitu mbak.”

Nah bisa dilihat (dibaca.red), banyak yang mengira bahwa zina itu adalah hal yang seperti itu. Pegangan tangan lah, ciuman lah, berduaan lah, dan yang paling parah, melakukan hal seperti suami isteri. Naudzubillah. Nah sebenarnya, semua hal tersebut adalah hal-hal gabungan dari macam-macam zina, yakni zina hati, pikiran, dan mata. Nah lho..

“Telah tertulis atas anak Adam nasibnya dari zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tidak bisa tidak. Maka kedua mata, zinanya adalah memandang. Kedua telinga, zinanya berupa menyimakdengarkan. Lisan, zinanya berkata. Tangan, zinanya menyentuh. Kaki, zinanya berjalan. Dan zinanya hati adalah ingin dan angan-angan. Maka akan dibenarkanhal ini oleh kemaluan, atau didustakannya.” (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)

Apakah kalian tahu? Sesungguhnya Allah sangat cemburu diduakan..
Wahai ummat Muhammad. Demi Allah saat hamba laki-laki berzina, dan saat hamba perempuan berzina, tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah. Demi Allah, wahai ummat Muhammad, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan lebih banyak menangis daripada tertawa.” Kemudian Rasulullah mengangkat tangannya dan berkata: “Ya Allah, bukankah aku sudah menyampaikan?” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

***

Apabila kamu merasa kagum dengan seorang wanita, ingatlah kejelekan-kejelekannya!(Ibnu mas’ud Radhiyallahu Anhu)

Bukan men-judge­ seseorang sebagai ‘pribadi yang banyak kekurangan’, tetapi untuk menghindari interaksi yang berlebih dan berujung ke arah zina.

***

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan sebagian pandangannya dan hendaklah mereka jaga kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30)

Dari mata, turun ke hati. Hm..mungkin pepatah ini benar, karena akses terbesar akal dan hati manusia pada dunia luar adalah melalui pandangan mata.

“Gimana kalo ga sengaja liat? Kan katanya pandangan pertama ga apa-apa. Kalo yang setelahnya gimana?”

“Dari Jarir ibn ‘Abdullah, ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah tentang pandangan yang tiba-tiba. Beliau bersabda: Palingkan segera pandanganmu!(HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)

Yang pasti..Allah Maha Mengetahui lho, dear :)

“Dia Maha Mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Ghafir: 19)

Kata Ust. Salim A. Fillah di buku ini nih: ”...mungkin perlu bagi anda untuk memperingatkan para pria penebar pesona yang membuat risau dan GeeR kaum Hawa. Bukan apa-apa, ini demi keamanan kita semua.” Yak.

***

Allah dan Rasul-Nya menuntunkan beberapa hal yang pasti akan menjadi isian terbaik bagi hari-hari ‘puasa’ kita. Di buku ini, Ust. Salim A. Fillah membahas lima aktivitas.

Yang pertama adalah dzikrullah, atau dzikir. Hakikat dzikir adalah mengingat Allah di setiap tempat, kondisi, dan waktu. Pilihlah yang sesuai sunnah, agar hati jadi tenang, tenteram, dan sakinah.
“(Yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.(QS. Ar-Ra’d:28)

Kedua..yakni puasa. Sebaik-baiknya puasa adalah puasa Nabi Dawud, yakni sehari berpuasa dan sehari berikutnya tidak. Tetapi kita juga bisa melakukan sunnah Rasulullah, yakni puasa Senin dan kamis. Atau juga yang lebih dikuatkan yaitu puasa tiga hari setiap bulan.
“...Dan barangsiapa belum mampu, maka atasnyalah puasa. Maka sesungguhnya puasa itu benteng baginya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Yang ketiga..menggapai pertolongan dengan sabar dan sholat.
“Wahai orang-orang beriman, mohonlah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Keempat, yakni mengaji. Kalo kata buku ini: Nggak ngaji, nggak trendi! Ikuti majelis-majelis untuk menambah ilmu pula. Atau nggak..ikuti siklus di SKI Smanisda, hehehe.
“Tidaklah suatu kaum berjumpa di suatu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitabullah, dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi majelisnya, Malaikat menaungi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka dengan bangga di depan malaikat-malaikat yang ada di sisiNya.(HR. Muslim, dari Abu Hurairah)

Yang kelima, melelahkan diri dengan aktivitas surgawi.
“Lakukan segala apa yang mampu kalian amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sampai kalian sendiri merasa jemu.” (HR. Al-Bukhari)

***

“Jika seorang hamba menikah, maka telah menjadi sempurnalah setengah agamanya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah pada sebagian lainnya.” (HR. Al-Hakim dan Ath-Thabrani dari Anas bin Malik. Al-Albani meng-hasan-kannya.)

Untuk proses-proses nikah dan lain-lain..bisa dibaca sendiri di bukunya ya, saya belum cukup umur wkw.
Jazakumullahu khoiron katsir. Makasih sudah ngeluangin waktu buat baca note ini hehe. Maaf jika hasil merangkumnya tidak memuaskan. 

Wassalamu'alaykum..

Minggu, 02 September 2012

Keutamaan Membaca Al Qur’an

 
Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,– Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (Faathir: 29-30)

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menjelaskan bahwa membaca kitab Allah ada dua macam:

Pertama, membaca hukmiyyah, yakni membenarkan berita-berita yang ada dan melaksanakan hukumnya dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.
Kedua, membaca lafzhiyyah, yakni membaca lafaznya. Telah datang nas-nas yang cukup banyak menerangkan tentang keutamaannya, baik membaca secara umum isi Al Qur’an, surat tertentu maupun ayat tertentu (lih. Majaalis Syahri Ramadhan, tentang Fadhlu tilaawatil Qur’aan).

Keutamaan membaca Al Qur’an

Berikut ini akan kami sebutkan keutamaan membaca Al Qur’an:

1.    Sebaik-baik manusia adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَه

“Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Hal itu dikarenakan Al Qur’an adalah firman Allah Rabbul ‘aalamin. Al Qur’an merupakan ilmu yang paling utama dan paling mulia, oleh karena itu orang yang mempelajari dan mengajarkannya adalah orang yang terbaik di sisi Allah Ta’ala.

2.    Al Qur’an adalah sebaik-baik ucapan 

Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran.” (Terj. Az Zumar: 23)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ »

“Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah perbuatan yang diada-adakan (dalam agama) dan semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim)

Imam Syafi’i dan ulama lainnya berpendapat bahwa membaca Al Qur’an merupakan dzikr yang paling utama.

3.    Orang yang mahir membaca Al Qur’an akan bersama para malaikat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

 “Orang yang lancar membaca Al Qur’an akan bersama malaikat utusan yang mulia lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca Al Qur’an dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim)

Orang yang tersendat-sendat dalam membaca Al Qur’an mendapatkan dua pahala adalah hasil dari membaca Al Qur’an dan karena telah bersusah payah untuknya.

4.    Orang yang membaca Al Qur’an diibaratkan seperti buah utrujjah yang luarnya wangi dan dalamnya manis

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ 
 لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ (البخاري)

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur’an adalah seperti buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Al Qur’an adalah seperti buah kurma; tidak ada wanginya, tetapi rasanya manis. Orang munafik yang membaca Al Qur’an adalah seperti tumbuhan raihaanah (kemangi); aromanya wangi tetapi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca Al Qur’an adalah seperti tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari-Muslim)

5.    Al Qur’an akan memberi syafa’at kepada pembacanya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafa’at kepada pembacanya.” (HR. Muslim)

6.    Membaca satu atau dua ayat Al Qur’an lebih baik daripada memperoleh satu atau dua ekor unta yang besar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada para sahabat:

« أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيقِ فَيَأْتِىَ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِى غَيْرِ إِثْمٍ وَلاَ قَطْعِ رَحِمٍ » . فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ نُحِبُّ ذَلِكَ . قَالَ « أَفَلاَ يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الإِبِلِ »

“Siapakah di antara kalian yang suka berangkat pagi setiap hari ke Bathhan atau ‘Aqiq dan pulangnya membawa dua unta yang besar punuknya tanpa melakukan dosa dan memutuskan tali silaturrahim?” Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami suka hal itu.” Beliau bersabda: “Tidak adakah salah seorang di antara kamu yang pergi ke masjid, lalu ia belajar atau membaca dua ayat Al Qur’an? Yang sesungguhnya hal itu lebih baik daripada memperoleh dua ekor unta, tiga ayat lebih baik daripada tiga ekor unta, empat ayat lebih baik daripada empat ekor unta dan (jika lebih) sesuai jumlah itu dari beberapa ekor unta.” (HR. Muslim)

7.    Rahmat dan ketentraman akan turun ketika berkumpul membaca Al Qur’an

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah berkumpul sebuah kaum di salah satu rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali akan turun ketentraman kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

8.    Karena kemuliaan Al Qur’an, tidak pantas bagi yang telah menghapalnya mengatakan “Saya lupa ayat ini dan itu”, tetapi hendaknya mengatakan “Ayat ini telah terlupakan.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يقُلْ أحْدُكم نِسيَتُ آية كَيْتَ وكيْتَ بل هو نُسِّيَ

“Janganlah salah seorang di antara kamu berkata: “Saya lupa ayat ini dan ini”, bahkan ayat itu telah dilupakan.” (HR. Muslim)
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Hal itu karena ucapan “saya lupa” terkesan adanya sikap tidak peduli dengan ayat Al Qur’an yang dihapalnya sehingga ia pun melupakannya.”

9.    Membaca satu huruf Al Qur’an akan memperoleh sepuluh kebaikan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

10. Al Qur’an merupakan tali Allah 

Ali bin Abi Thalib berkata, “Al Qur’an adalah Kitabullah, di dalamnya terdapat berita generasi sebelum kalian, berita yang akan terjadi setelah kalian dan sebagai hukum di antara kalian. Al Qur’an adalah keputusan yang serius bukan main-main, barang siapa meninggalkannya dengan sombong pasti dibinasakan Allah, barang siapa mencari petunjuk kepada selainnya pasti disesatkan Allah. Dialah tali Allah yang kokoh,  peringatan yang bijaksana dan jalan yang lurus. Dengan Al Qur’an hawa nafsu tidak akan menyeleweng dan lisan tidak akan rancu. Para ulama tidak akan merasa cukup (dalam membacanya dan mempelajarinya), Al Qur’an tidak akan usang karena banyak pengulangan, dan tidak akan habis keajaibannya. Dialah Al Qur’an, di mana jin tidak berhenti mendengarnya sehingga mereka mengatakan; “Sungguh kami mendengar Al- Qur’an yang penuh keajaiban, menunjukkan ke jalan lurus, maka kami beriman kepadanya”. Barang siapa yang berkata dengannya pasti benar, barang siapa beramal dengannya pasti diberi pahala, barang siapa berhukum dengannya pastilah adil dan barangsiapa mengajak kepadanya pastilah ditunjuki ke jalan yang lurus.”

11. Pembaca Al Qur’an akan ditinggikan derajatnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا

“Akan dikatakan kepada pembaca Al Qur’an “Bacalah dan naiklah (ke derajat yang tinggi), serta tartilkanlah sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, karena kedudukanmu pada akhir ayat yang kamu baca.” (Hasan shahih, HR. Tirmidzi)

12. Dengan Al Qur’an, Allah meninggikan suatu kaum dan dengannya pula Allah merendahkan suatu kaum

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum karena Al Qur’an ini dan merendahkan juga karenanya.” (HR. Muslim)
Yakni bagi orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengamalkan isinya, maka Allah akan meninggikannya. Sebaliknya, bagi orang yang mengetahuinya, namun malah mengingkarinya, maka Allah akan merendahkannya.

13. Orang yang membaca Al Qur’an secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَ الْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ

“Orang yang membaca Al Qur’an terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, dan orang yang membaca Al Qur’an secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat Shahihul Jaami’: 3105)
Oleh karena itu, bagi orang yang khawatir riya’ lebih utama membacanya secara sembunyi. Namun jika tidak khawatir, maka lebih utama secara terang-terangan.

14. Para penghapal Al Qur’an dimuliakan oleh Islam

Di antara bentuk pemuliaan Islam kepada mereka adalah:

1.   Mereka lebih berhak diangkat menjadi imam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaknya yang mengimami suatu kaum itu orang yang paling banyak (hapalan) terhadap Kitab Allah Ta’ala (Al Qur’an). Jika mereka sama dalam hapalan, maka yang lebih mengetahui tentang Sunnah. Jika mereka sama dalam pengetahuannya tentang sunnah, maka yang paling terdepan hijrahnya. Jika mereka sama dalam hijrahnya, maka yang paling terdepan masuk Islamnya –dalam riwayat lain disebutkan “Paling tua umurnya”-, janganlah seorang mengimami orang lain dalam wilayah kekuasaannya, dan janganlah ia duduk di tempat istimewa yang ada di rumah orang lain kecuali dengan izinnya.” (HR. Muslim)

2.   Mereka lebih didahulukan dimasukkan ke dalam liang lahad, jika banyak orang yang meninggal.
Pada saat perang Uhud banyak para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang gugur, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar yang lebih didahulukan dimasukkan ke liang lahad adalah para penghapal Al Qur’an.

3.   Berhak mendapatkan penghormatan di masyarakat
Oleh karena itu, di zaman Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, para penghapal Al Qur’an duduk di majlis musyawarahnya.

4.   Berhak diangkat menjadi pimpinan safar
Imam Tirmidzi meriwayatkan –dan dia menghasankannya- bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengirim utusan beberapa orang, lalu Beliau meminta masing-masing untuk membacakan Al Qur’an, maka mereka pun membacakan Al Qur’an. Ketika itu ada anak muda yang ternyata lebih banyak hapalannya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Surat apa saja yang kamu hapal, wahai fulan?” ia menjawab: “Saya hapal surat ini, itu dan surat Al Baqarah.” Beliau berkata: “Apakah kamu hapal surat Al Baqarah?” ia menjawab: “Ya.” Maka Beliau bersabda: “Berangkatlah, kamulah ketuanya.”
Ketika itu ada seorang yang terkemuka di antara mereka berkata: “Demi Allah, tidak ada yang menghalangiku untuk mempelajari surat Al Baqarah selain karena khawatir tidak sanggup mengamalkannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ، وَاقْرَأُوْهُ فَاِنَّ مَثَلُ الْقُرْآنِ لِمَنْ تَعَلَّمَهُ فَقَرَأَهُ وَقَامَ بِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ مَحْشُوٍّ مِسْكًا يَفُوْحُ رِيْحُهُ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَمَنْ تَعَلَّمَهُ فَيَرْقُدُ وَهُوَ فِي جَوْفِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ أُوْكِىَ عَلَى مِسْكٍ

“Pelajarilah Al Qur`an dan bacalah, karena perumpamaan Al Qur`an bagi orang yang mempelajarinya kemudian membacanya seperti kantong yang penuh dengan minyak wangi, dimana wanginya semerbak ke setiap tempat, dan perumpamaan orang yang mempelajarinya kemudian tidur (tidak mengamalkannya) padahal Al Qur`an ada di hatinya seperti kantong yang berisi minyak wangi namun terikat.”

15. Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai Al Qur’an

Ibnu Mas’ud berkata, “Barang siapa yang ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah: “Jika ia mencintai Al Qur’an, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Thabraniy dengan isnad, di mana para perawinya tsiqah)
Utsman bin ‘Affan berkata, “Kalau sekiranya hati kita bersih, tentu tidak akan kenyang (membaca) kitabullah.”

Marwan bin Musa

Maraaji’: Fadhlu tilawatil Qur’an (Syaikh Ibnu ‘Utsaimin), Mus-haf Ar Rusydiy, Kedudukan Al Qur’an di hati Muslim (M. Mu’iinudinillah, MA) dll.

Sabtu, 01 September 2012

(Cerpen) Kita Pasti Bertemu Lagi..


Waktu kelas IX, aku dapet tugas B. Indonesia tentang menulis cerpen berdasarkan pengalaman. Ya...memang cerita ini ga 100% nyata sih wkw-_-
Oke enjoy~

Kita Pasti Bertemu Lagi..
Karya: Dwi Linda S.
 
Perkenalkan, namaku Nabila Adelia Putri. Teman-teman biasa memanggilku Abil. Aku adalah anak dari pasangan Ayah Henry dan Mama Lily. Mereka berdua adalah Orang Tua yang sangat menyayangi kami, anak-anaknya. Tetapi jika kami nakal, bisa-bisa kami menjadi sasaran empuk untuk omelan mereka. Huh.. tapi, tentu saja kami tetap menyayangi mereka. Kami adalah 3 bersaudara. Aku adalah anak pertama. Aku mempunyai dua orang adik, dua-duanya laki-laki. Mereka bernama Naufal dan Ryan. Kedua adikku itu sangat nakal, terkadang malah tiba-tiba berkelahi, padahal hanya hal sepele yang dipermasalahkan. Aku sebagai kakak mereka, sering disalahkan Ayah dan Mama, alasannya hanya karena aku adalah kakak yang paling tua. Huh.. itu sangat menyebalkan! Mungkin kalian pernah merasakan perasaan yang sama denganku. Itu sangat tidak enak kan? Oh iya sampai lupa, sebenarnya kami adalah 4 bersaudara. Tapi, kakak pertama kami, Kak Rio, telah meninggal dunia karena terkena penyakit demam berdarah. Dia meninggal waktu berumur 3 tahun. Yah, aku belum lahir waktu itu, otomatis aku tidak pernah melihat langsung wajah Kak Rio, hanya bisa melihat wajahnya lewat foto. Beberapa waktu lalu, Naufal dan Ryan pernah terkena penyakit demam berdarah dan harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Perasaanku saat itu campur aduk, karena akibat penyakit itu, nyawa kakak pertamaku melayang. Dan sekarang, kami hanya bisa mengirim doa untuk Kak Rio yang sudah berada di surga.
Saat ini, kami bertempat tinggal di Bogor. Tepatnya sekitar 1 km dari Kebun Raya Bogor. Rumah yang menjadi tempat tinggal kami saat ini bukanlah rumah kami sendiri, melainkan kami mengontrak rumah kecil itu. Ibu yang mengontrakkan rumahnya kepada kami adalah orang yang baik. Terkadang jika beliau mempunyai makanan atau minuman yang lebih, beliau membawakan makanan dan minuman lebih itu kepada kami. Yah, memang Ibu itu sungguh baik.
Aku mempunyai dua sahabat yang benar-benar baik padaku. Mereka bernama Alis dan Hana. Jika kami mempunyai masalah atau sesuatu yang perlu diceritakan, kami selalu bercerita dan saling curhat satu sama lain. Yah, kami memang kompak. Bukannya aku menyombong, tapi memang begitu keadaannya. Aku dan Hana bersekolah di sekolah yang sama, yaitu SMPN 3 Bogor. Kami berdua berada di kelas yang sama, yaitu di kelas IX-2. Sedangkan, Alis bersekolah di SMPN Tunas Bangsa Bogor. Seperti layaknya pelajar lainnya, tahun depan kami harus menghadapi Ujian Nasional, jadi kami bertiga harus belajar lebih ekstra. Kami bertiga bisa kenal dekat karena kami memang sahabat dari Taman Kanak-Kanak.

***

Sepulang sekolah, biasanya aku dan kedua sahabatku berkumpul di salah satu rumah kami bertiga untuk belajar bersama atau hanya sekedar berbincang-bincang dan bercerita. Hari ini hari Jum’at, jam pulang sekolahku dan Hana sama dengan sekolah Alis, yaitu pukul 11 tepat. Kami bertiga berjanji untuk belajar bersama pada pukul 12.
Setelah semua berkumpul, kami memulai topik belajar kami. Hari ini kami membahas pelajaran fisika, yaitu tentang listrik dinamis.
“Bil, kamu tau caranya nomor 8? Susah banget itu..”, tanya Alis.
“Oh yang itu.. Ada kok caranya di halaman sebelumnya,” jawabku.
“Oh iya, makasih Bil,” kata Alis.
“Iya sama-sama,” jawabku.
Hana datang dengan membawa tiga gelas air sirup dan dua toples makanan ringan.
“Makanan datang..” kata Hana dengan suara keras mengagetkanku.
“Wih, enak nih!” celetukku.
“Kerjain ini dulu, Abil! Nomor 10 aja deh, ajarin aku ya..?” rayu Alis sambil memasang muka memelas.
“Iya Nona Alis.. Gini loh caranya..” jawabku, lalu menjelaskan kepada Alis.
“Oh.. Kalau begini ya gampang..” kata Alis sambil menjentikkan jarinya.
“Ih dasar kamu ini..” kataku sambil menjitak kepala Alis pelan.
“Hahaha kalian ini kerjanya berantem aja.. Semoga ya kita bisa kumpul-kumpul seperti ini sampai kita tua nanti.” Kata Hana serius.
“Hm.. Iya Han, pasti kita bisa kumpul-kumpul terus seperti ini.” jawabku.
“Udah ah kok malah melankolis gini. Ayo cepat kita makan jajanannya..” kata Alis.
“Ih dasar kamu makanan terus yang dipikirin! Aku juga mau.” kataku sambil mengambil satu kue di toples.
“Enak banget kuenya! Kamu buat sendiri, Han?” tanyaku.
“Hihi iya Bil. Aku sama Ibuku yang membuatnya. Makasih loh pujiannya!” jawab Hana sambil tersenyum.
“Iya sama-sama.” Jawabku.

***

“Apa, Ma? Kita harus pindah rumah?” tanyaku kepada Mama.
“Iya nak, kontrakan kita sudah habis,” jawab Mama.
“Terus kita mau tinggal dimana, Ma?” tanyaku cemas.
“Sementara kita tinggal di rumah Nenekmu yang ada di Medan. Bulan depan kita akan pindah rumah di dekat rumah Nenekmu. Karena Ayah dan Mama sudah membelinya, dan kita baru bisa menempatinya bulan depan. Kita akan berangkat nanti malam, karena Ayahmu sudah memesan tiket pesawat.” kata Mama.
“Nanti malam? Apa tidak bisa ditunda, Ma? Aku harus pamit ke rumah Alis dan Hana, Ma.. Lalu, bagaimana sekolahku?” kataku.
“Kamu harus tetap di rumah sambil menyiapkan barang-barang. Sekolahmu sudah diurus Ayahmu tadi pagi, kamu tidak perlu khawatir. Kalau soal sahabat-sahabatmu itu, telepon saja mereka.” kata Mama.
“Tapi pulsaku habis, Ma.” kataku.
“Ini pakai handphone Mama saja.” kata Mama sambil menyerahkan handphonenya.
“Makasih, Ma.” jawabku.
Lalu aku memencet-mencet tombol nomor handphone Alis di handphone Mama, tetapi tidak diangkat oleh Alis. Aku mencoba beberapa kali tetap saja tidak diangkat oleh Alis. Lalu aku mencoba menelepon Hana, tetapi yang ada hanya suara operator yang menandakan bahwa nomor handphone Hana tidak aktif. Apa maksudnya ini?

***

“Sudah siap semua?” tanya Mama.
“Sudah Ma.” jawabku.
Aku tau ini sulit, aku harus meninggalkan kedua sahabatku untuk tinggal di luar pulau. Aku tidak tau aku bisa bertemu mereka lagi atau tidak. Sebenarnya, aku sangat ingin memberitahu dan berpamitan kepada mereka. Tapi apa daya..
Aku hanya bisa berharap semoga kalian tidak marah karena kepergianku dan aku sangat berharap kita dapat bertemu lagi dan bercanda gurau seperti kemarin..

Sabtu, 25 Agustus 2012

Tanda-Tanda Hari Kiamat

Hai readers!
Ini postingan pertamaku yang membahas tentang Islam. Lagi browsing nyari tugas, eh ada artikel 'Tanda-Tanda Hari Kiamat' nyempil hehe.
Semoga bermanfaat :)


(Gambaran 'kiamat' oleh sebagian orang)

Kapan kiamat datang? Hanya Allah SWT Yang Maha Tahu. Kita hanya tahu lewat tanda-tanda akan datangnya hari Kiamat itu. Pada manuskrip peninggalan suku Maya yang tinggal di selatan Meksiko atau Guatemala yang dikenal menguasai ilmu Falak, disebutkan bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012. Disebutkan juga pada waktu itu akan muncul gelombang galaksi yang besar-besaran sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.
Ramalan akan adanya kiamat pada 2012 dari suku Maya sebenarnya belum diketahui dasar perhitungannya. Tetapi issu ini sudahmenyebar luas lewat media Internet. Sebagai seorang Muslim, kita wajib mengimani bahwa Kiamat ada dan PASTI akan datang. Tapi soal waktunya, tidak ada seorangpun yang tahu, apalagi sampai menyebut tanggal datangnya hari kiamat.

Tentang waktu, kapan kiamat terjadi, kita (umat Islam) hanya diberi sign, berupa tanda-tanda datangnya kiamat. Bila tanda-tanda sudah ada, maka hari yang dimaksud memang sudah dekat. Dan kalau sudah waktunya tiba, tidak ada seorangpun yang bisa memundurkannya atau memajukannya barang sesaat.

TANDA-TANDA DATANGNYA HARI KIAMAT


Tanda-tanda kiamat adalah alamat kiamat yang menunjukkan akan terjadinya kiamat tersebut. Dan tanda-tanda kiamat ada dua : tanda-tanda kiamat besar dan tanda-tanda kiamat kecil.
  
Tanda kiamat kecil adalah tanda yang datang sebelum kiamat dengan waktu yang relatif lama, dan kejadiannya biasa, seperti dicabutnya ilmu, dominannya kebodohan, minum khamr, berlomba-lomba dalam membangun, dan lain-lain. Terkadang sebagiannya muncul menyertai tanda kiamat besar atau bahkan sesudahnya.

Tanda kiamat besar adalah perkara yang besar yang muncul mendekati kiamat yang kemunculannya tidak biasa terjadi, seperti muncul Dajjal, Nabi Isa a.s., Ya’juj dan Ma’juj, terbit matahari dari Barat, dan lain-lain.
Para ulama berbeda pendapat tentang permulaan yang muncul dari tanda kiamat besar. Tetapi Ibnu Hajar berkata, “Yang kuat dari sejumlah berita tanda-tanda kiamat, bahwa keluarnya Dajjal adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar, dengan terjadinya perubahan secara menyeluruh di muka bumi. Dan diakhiri dengan wafatnya Isa a.s.

Sedangkan terbitnya matahari dari Barat adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar yang mengakibatkan perubahan kondisi langit. Dan berakhir dengan terjadinya kiamat.” Ibnu Hajar melanjutkan, “Hikmah dari kejadian ini bahwa ketika terbit matahari dari barat, maka tertutuplah pintu taubat.” (Fathul Bari)

TANDA-TANDA KECIL DATANGNYA KIAMAT


Tanda-tanda kiamat kecil terbagi menjadi dua: Pertama, kejadian sudah muncul dan sudah selesai; seperti diutusnya Rasulullah saw., terbunuhnya Utsman bin ‘Affan, terjadinya fitnah besar antara dua kelompok orang beriman. Kedua, kejadiannya sudah muncul tetapi belum selesai bahkan semakin bertambah; seperti tersia-siakannya amanah, terangkatnya ilmu, merebaknya perzinahan dan pembunuhan, banyaknya wanita dan lain-lain.
Di antara tanda-tanda kiamat kecil adalah:

1. Diutusnya Rasulullah SAW
Jabir r.a. berkata, “Adalah Rasulullah saw. jika beliau khutbah memerah matanya, suaranya keras, dan penuh dengan semangat seperti panglima perang, beliau bersabda, ‘(Hati-hatilah) dengan pagi dan sore kalian.’ Beliau melanjutkan, ‘Aku diutus dan hari Kiamat seperti ini.’ Rasulullah saw. mengibaratkan seperti dua jarinya antara telunjuk dan jari tengah. (HR. Muslim)

2. Disia-siakannya amanat
Jabir r.a. berkata, tatkala Nabi saw. berada dalam suatu majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badui dan berkata, “Kapan terjadi Kiamat ?” Rasulullah saw. terus melanjutkan pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata, “Rasulullah saw. mendengar apa yang ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya.”
Berkata sebagian yang lain, “Rasulullah SAW tidak mendengar.” Setelah Rasulullah SAW menyelesaikan perkataannya, beliau bertanya, “Mana yang bertanya tentang Kiamat?” Berkata lelaki Badui itu, “Saya, wahai Rasulullah SAW”. Rasulullah SAW berkata, “Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakannya?” Rasulullah SAW Menjawab, “Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” (HR. Bukhari)

3. Penggembala menjadi kaya
Rasulullah saw. ditanya oleh Jibril tentang tanda-tanda kiamat, lalu beliau menjawab, “Seorang budak melahirkan majikannya, dan engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, dan miskin, penggembala binatang berlomba-lomba saling tinggi dalam bangunan.” (HR. Muslim).

4. Sungai Efrat berubah menjadi emas
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sampai Sungai Eufrat menghasilkan gunung emas, manusia berebutan tentangnya. Dan setiap seratus 100 terbunuh 99 orang. Dan setiap orang dari mereka berkata, “Barangkali akulah yang selamat.” (Muttafaqun ‘alaihi).

5. Baitul Maqdis dikuasai umat Islam
“Ada enam dari tanda-tanda kiamat: kematianku (Rasulullah saw.), dibukanya Baitul Maqdis, seorang lelaki diberi 1000 dinar, tapi dia membencinya, fitnah yang panasnya masuk pada setiap rumah muslim, kematian menjemput manusia seperti kematian pada kambing dan khianatnya bangsa Romawi, sampai 80 poin, dan setiap poin 12.000.” (HR. Ahmad dan At-Tabrani dari Muadz).

6. Banyak terjadi pembunuhan
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiada akan terjadi kiamat, sehingga banyak terjadi haraj.. Sahabat bertanya apa itu haraj, ya Rasulullah?” Rasulullah saw. Menjawab, “Haraj adalah pembunuhan, pembunuhan.” (HR. Muslim).

7. Munculnya kaum Khawarij
Dari Ali ra. berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh, mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa yang membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR. Bukhari).

8. Banyak polisi dan pembela kezhaliman
“Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah. Hati-hatilah engkau jangan sampai menjadi teman mereka.” (HR. At-Tabrani).

9. Perang antara Yahudi dan Umat Islam
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR. Muslim).

10. Dominannya Fitnah
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta dan berdekatannya pasar.” (HR. Ahmad).

11. Sedikitnya ilmu

12. Merebaknya perzinahan

13. Banyaknya kaum wanita
Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya kebodohan, banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr, sedikit kaum lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu lelaki.” (HR. Bukhari).

14. Bermewah-mewah dalam membangun masjid
Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah bahwa manusia saling membanggakan dalam keindahan masjid.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban).

15. Menyebarnya riba dan harta haram
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu waktu, setiap orang tanpa kecuali akan makan riba, orang yang tidak makan langsung, pasti terkena debu-debunya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli dari mana hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram.” (HR. Ahmad dan Bukhari).

TANDA-TANDA BESAR DATANGNYA KIAMAT


Sedangkan tanda-tanda kiamat besar yaitu kejadian sangat besar dimana kiamat sudah sangat dekat dan mayoritasnya belum muncul, seperti munculnya Imam Mahdi, Nabi Isa, Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj.

Ayat-ayat dan hadits yang menyebutkan tanda-tanda kiamat besar di antaranya:

Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (Q.S. Al-Kahfi: 82)

Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (Q.S. An-Naml: 82)

Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari ra, berkata: Rasulullah saw. muncul di tengah-tengah kami pada saat kami saling mengingat-ingat. Rasulullah saw. bertanya, “Apa yang sedang kamu ingat-ingat?” Sahabat menjawab, “Kami mengingat hari kiamat.”

Rasulullah SAW bersabda,”Kiamat tidak akan terjadi sebelum engkau melihat 10 tandanya.” Kemudian Rasulullah saw. menyebutkan: Dukhan (kabut asap), Dajjaal, binatang (pandai bicara), matahari terbit dari barat, turunnya Isa as. Ya’juj Ma’juj dan tiga gerhana, gerhana di timur, barat dan Jazirah Arab dan terakhir api yang keluar dari Yaman mengantar manusia ke Mahsyar. (HR Muslim)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Hari tidak akan berakhir, dan tahun belum akan pergi sehingga bangsa Arab dipimpin oleh seorang dari keluargaku, namanya sama dengan namaku.” (HR. Ahmad)

PERBEDAAN ANTARA TANDA KIAMAT KECIL DAN KIAMAT BESAR


1. Tanda-tanda kiamat kecil secara umum datang lebih dahulu dari tanda-tanda kiamat besar.
2. Tanda-tanda kiamat kecil sebagiannya sudah terjadi, sebagiannya sedang terjadi dan sebagiannya akan terjadi. Sedangkan tanda-tanda kiamat besar belum terjadi.
3. Tanda kiamat kecil bersifat biasa dan tanda kiamat besar bersifat luar biasa.
4. Tanda kiamat kecil berupa peringatan agar manusia sadar dan bertaubat. Sedangkan kiamat besar jika sudah datang, maka tertutup pintu taubat.
5. Tanda-tanda kiamat besar jika muncul satu tanda, maka akan diikuti tanda-tanda yang lainnya. Dan yang pertama muncul adalah terbitnya matahari dari Barat.

**Sumber : pakarfisika
via: isdaryanto