Assalamu'alaykum!
Halo semuanya!
Bingung baca judulnya? Hehe. Iya,
pacaran itu memang nikmat. Tapi..bedakan dulu. Pacaran karena dilandasi nafsu, tidak halal..atau pacarannya
karena Allah? “Eh? Maksudnya gimana ya?” Oke, gini.. pacaran
yang tidak halal itu pasti dilarang oleh Allah, “Pacaran ya pasti
dilarang oleh Allah, lah. Mana ada yang disukai oleh Allah?” Ehem, ada
lho! Yaitu..pacaran setelah pernikahan, bukannya dilarang, tapi malah
berpahala..
Nah saya disini akan share sedikit tentang isi buku (rangkuman.red) dari salah satu buku best seller-nya Ust. Salim A. Fillah terbitan Pro-U Media (2003), yakni Nikmatnya Pacaran setelah Pernikahan.
Cinta. Agak sensitif ya denger kata ini. Mungkin bagi sebagian dari kita,
cinta itu ‘haram’ di Islam. Padahal tidak seperti itu. Cinta itu
fitrah, guys. Tinggal bagaimana cara kita mengolah ‘rasa’ itu. Oke,
yang saya maksud disini cinta yang ‘itu’ lho.. Cinta ke lawan jenis
maksudnya.. hehehe.
Masing-masing dari kita punya idola
kan? Hayo ngaku~ idola itu bisa jadi pula tokoh anutan kita. Kriteria
idola atau tokoh panutan di mata kita itu seperti apa sih? Ganteng?
Cantik? Bertalenta? Suaranya bagus? Body-nya bagus?
Di buku ini, tokoh anutan itu semestinya memenuhi 5 kriteria tertentu. Pertama, harus jelas bahwa dia adalah tokoh yang memang ada. Kedua, segala pernak-pernik kehidupannya harus lengkap tercatat secara objektif, tanpa bumbu-bumbu palsu dan ‘pemanis buatan’. Ketiga, sisi hidupnya sedapat mungkin sesuai dengan kondisi kita. Keempat, kita pilih yang kehidupannya tanpa cacat, terutama dipenghujungnya. Kelima (ini yang terpenting), dia harus benar-benar bisa dan mungkin untuk dicontoh.
Jadi..siapa sesungguhnya the real tokoh panutan? Beliau adalah Rasulullah, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kenapa?
Beliau nyata, bukan tokoh fiktif, rekaan, mitos, legenda, ataupun
cerita rakyat. Tidak ada tokoh sejarah yang riwayat hidupnya,
tindak-tanduknya, ucapannya, cara hidupnya, dan seluruh pernik
kesehariannya tercatat selengkap beliau. Kehidupan beliau multi-dimensi,
merangkum semua kemuliaan yang harus dimiliki seorang mukmin dalam
posisi apapun yang ia duduki. Lagi..sejarah beliau sangat sangat lengkap
tercatat, sungguh semua itu tanpa cacat, Masyaa Allah. Dan yang terakhir, beliau adalah manusia, bukan manusia setengah dewa seperti di mitos-mitos. Beliau nyata.
“Sungguh
telah ada bagi kalian, pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang
baik. Bagi orang yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah, dan hari
akhir. Dan dia banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Mungkin kalian yang lagi membaca note ini mbatin
“Anak ini kan fansnya artis-artis kpop, kok sok-sok-an nulis kaya gini.
Ngga sinkron banget.” Bismillah semua butuh proses kan? Kita sama-sama
mengingatkan dan mendoakan ya :)
***
Rabbi..., bila ku jatuh hati
Ku ingin terbang cepat
Hingga syaithan tak sanggup hinggap
Cinta,
bagi sebagian remaja seusia saya, sangat
mungkin mudah diucapkan, kepada seseorang (lawan jenis) yang mungkin
mereka kira, dia yang kucintai. Seperti yang digambarkan oleh
dr. Ali Akbar, sebagai ucapan seorang pemuda, “Aku mencintaimu..”, tapi
sebenarnya berbunyi, “Aku ingin berzina denganmu..” Naudzubillahimindzalik.
“Maka
apakah orang-orang yang dijadikan (oleh syaithan) menganggap baik
pekerjaanya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik (sama dengan
orang yang tidak ditipu syaithan)?...” (QS. Faathir: 8)
***
“Dan
aku tidak berlepas diri dari (kesalahan) nafsuku. Karena sesungguhnya
nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan, kecuali yang diberi rahmat
oleh Rabb-ku. Sesungguhnya Rabb-ku, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yusuf: 23)
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan nafsu sebagai amanah yang dipercayakan agar kita meletakkannya dalam ketaatan sebagaimana Ia gariskan. “Emangnya gimana?”
Allah
itu..melarang sesuatu pasti ada kemudharatan di dalamnya. Ia, Yang Maha
Bijaksana, selalu memberikan alternatif yang lebih suci, indah, dan
berpahala, serta membingkainya dalam kerangka mentaati-Nya. Contoh
dekatnya adalah, Allah melarang zina yang keji dan memerintahkan
pernikahan yang suci.
“Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina adalah perbuatan keji. Dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’:32)
Sedikit percakapan yang pernah saya dengar.
“Mbak, kalo ldr itu gimana? Apa termasuk zina? Kan jarak jauh, ndak pernah ketemu. Contact-an cuma via sms aja.”
“Ehm.. bentar dek, menurutmu zina itu seperti apa seh?”
“Ya..zina itu kaya’ pegang-pegangan tangan, jalan berduaan, dll. Kaya’ gitu mbak.”
Nah bisa dilihat (dibaca.red),
banyak yang mengira bahwa zina itu adalah hal yang seperti itu.
Pegangan tangan lah, ciuman lah, berduaan lah, dan yang paling parah,
melakukan hal seperti suami isteri. Naudzubillah. Nah sebenarnya, semua hal tersebut adalah hal-hal gabungan dari
macam-macam zina, yakni zina hati, pikiran, dan mata. Nah lho..
“Telah
tertulis atas anak Adam nasibnya dari zina. Akan bertemu dalam
hidupnya, tidak bisa tidak. Maka kedua mata, zinanya adalah memandang.
Kedua telinga, zinanya berupa menyimakdengarkan. Lisan, zinanya berkata.
Tangan, zinanya menyentuh. Kaki, zinanya berjalan. Dan zinanya hati
adalah ingin dan angan-angan. Maka akan dibenarkanhal ini oleh kemaluan,
atau didustakannya.” (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)
Apakah kalian tahu? Sesungguhnya Allah sangat cemburu diduakan..
“Wahai
ummat Muhammad. Demi Allah saat hamba laki-laki berzina, dan saat
hamba perempuan berzina, tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah.
Demi Allah, wahai ummat Muhammad, seandainya kalian mengetahui apa yang
aku ketahui niscaya kalian akan lebih banyak menangis daripada
tertawa.” Kemudian Rasulullah mengangkat tangannya dan berkata: “Ya
Allah, bukankah aku sudah menyampaikan?” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
***
“Apabila kamu merasa kagum dengan seorang wanita, ingatlah kejelekan-kejelekannya!” (Ibnu mas’ud Radhiyallahu Anhu)
Bukan men-judge seseorang sebagai ‘pribadi yang banyak kekurangan’, tetapi untuk menghindari interaksi yang berlebih dan berujung ke arah zina.
***
“Katakanlah
kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan sebagian
pandangannya dan hendaklah mereka jaga kemaluannya. Yang demikian itu
adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa
yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30)
Dari mata, turun ke hati. Hm..mungkin pepatah ini benar, karena akses terbesar akal dan hati manusia pada dunia luar adalah melalui pandangan mata.
“Gimana kalo ga sengaja liat? Kan katanya pandangan pertama ga apa-apa. Kalo yang setelahnya gimana?”
“Dari
Jarir ibn ‘Abdullah, ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah
tentang pandangan yang tiba-tiba. Beliau bersabda: Palingkan segera
pandanganmu!” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)
Yang pasti..Allah Maha Mengetahui lho, dear :)
“Dia Maha Mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Ghafir: 19)
Kata
Ust. Salim A. Fillah di buku ini nih: ”...mungkin perlu bagi anda
untuk memperingatkan para pria penebar pesona yang membuat risau dan
GeeR kaum Hawa. Bukan apa-apa, ini demi keamanan kita semua.” Yak.
***
Allah dan Rasul-Nya menuntunkan
beberapa hal yang pasti akan menjadi isian terbaik bagi hari-hari
‘puasa’ kita. Di buku ini, Ust. Salim A. Fillah membahas lima
aktivitas.
Yang pertama adalah dzikrullah, atau dzikir.
Hakikat dzikir adalah mengingat Allah di setiap tempat, kondisi, dan
waktu. Pilihlah yang sesuai sunnah, agar hati jadi tenang, tenteram,
dan sakinah.
“(Yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati
mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingati Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d:28)
Kedua..yakni
puasa. Sebaik-baiknya puasa adalah puasa Nabi Dawud, yakni sehari
berpuasa dan sehari berikutnya tidak. Tetapi kita juga bisa
melakukan sunnah Rasulullah, yakni puasa Senin dan kamis. Atau juga
yang lebih dikuatkan yaitu puasa tiga hari setiap bulan.
“...Dan barangsiapa belum mampu, maka atasnyalah puasa. Maka sesungguhnya puasa itu benteng baginya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Yang ketiga..menggapai pertolongan dengan sabar dan sholat.
“Wahai
orang-orang beriman, mohonlah pertolongan Allah dengan sabar dan
shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Keempat, yakni mengaji. Kalo kata buku ini: Nggak ngaji, nggak trendi! Ikuti majelis-majelis untuk menambah ilmu pula. Atau nggak..ikuti siklus di SKI Smanisda, hehehe.
“Tidaklah
suatu kaum berjumpa di suatu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka
membaca kitabullah, dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali
ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi majelisnya, Malaikat
menaungi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka dengan bangga di depan
malaikat-malaikat yang ada di sisiNya.” (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)
Yang kelima, melelahkan diri dengan aktivitas surgawi.
“Lakukan segala apa yang mampu kalian amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sampai kalian sendiri merasa jemu.” (HR. Al-Bukhari)
***
“Jika
seorang hamba menikah, maka telah menjadi sempurnalah setengah
agamanya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah pada sebagian
lainnya.” (HR. Al-Hakim dan Ath-Thabrani dari Anas bin Malik. Al-Albani meng-hasan-kannya.)
Untuk proses-proses nikah dan lain-lain..bisa dibaca sendiri di bukunya ya, saya belum cukup umur wkw.
Jazakumullahu khoiron katsir. Makasih sudah ngeluangin waktu buat baca note ini hehe. Maaf jika hasil merangkumnya tidak memuaskan.
Wassalamu'alaykum..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar